Harga Timah Picu Keberanian Penambang

Manggar, Diskominfo Beltim – Keberadaan TI rajuk di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) beberapa bulan belakangan kian menjamur. Bahkan beberapa penambang TI Rajuk nekat melanggar aturan dengan membabat kawasan hutan lindung serta beroperasi di daerah aliran sungai.

Bahkan penuturuan Danramil Manggar, Mayor Trijoyo dalam operasi penertiban sebelumnya Koramil dan Polsek Manggar sudah menertibkan puluhan TI Rajuk di kawasan Sungai Manggar, namun para pemilik dan pekerja sepertinya tidak takut dengan ancaman dan peringatan aparat hukum.

Mulai membaiknya harga timah ditenggarai jadi pemicu semangat penambang TI rajuk untuk berani melawan hukum. Bahkan mereka pun tak peduli jika sudah diingatkan dan dirazia berkali-kali.

“Harganya sekarang sudah Rp 140 – 150 ribu sekarang perkilo. Ini yang membuat mereka kian membabibuta,” ungkap Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono Harun saat ikut dalam operasi Penertiban TI Rajuk,  Senin (13/3).

Menurut Tom, kerusakan yang ditimbulkan TI Rajuk sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dulunya TI Rajuk hanya beroperasi di wilayah IUP dan WPR, makanya saat ini penambang mulai berani ke areal yang dilarang.

“Yang operasinya lebih gampang kan TI Rajuk. Harga timah mahal membuat mereka jadi dak mikir resiko, resiko ditangkap, resiko mengganggu kelestarian alam, bahkan resiko nyawa sendiri,” kata Tom.

Politisi PDIP itu pun menegaskan agar pemerintah serius dengan permasalahan TI Rajuk. Ia meminta agar aparat hukum dapat bertindak tegas.

“Kalau dibiarkan terus mangkin tambah berani, jangan kan nyawa sendiri kepentingan orang banyak pun dak diperdulikan. Aparat harus tegas menindaknya,” kata Tom.

Harga pasir timah saat ini berda dikisaran Rp 140.000 hingga Rp 150.000 perkilo. Harga timah dunia diprediksi akan stagnan pada level US$ 20.000 perton. Meski sempat turun dibanding akhir 2016 lalu, namun harga tersebut dianggap sesuai dengan resiko. @2!

Penulis: Fauzi Akbar
Foto: Azy Diskominfo

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Lost your password?