Simposium Nasional Pariwisata Bahas Tantangan dan Peluang KEK

Jakarta, Diskominfo Beltim—– Potensi pariwisata Pulau Belitung dinilai dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Untuk mengembangkan pembangunan pariwisata, simposium nasional dilaksanakan dengan tujuan dapat mengetahui dampak pariwisata terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus mengetahui peluang dan tantangan pengembangan pariwisata Belitung yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (18/1).

Dalam sambutan Gubernur Babel Erzaldi yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rivai mengatakan simposium nasional pariwisata sangat penting dilaksanakan untuk memberikan informasi tantangan dan peluang sekaligus memberikan masukan dalam rangka pengembangan pembangunan pariwisata Tanjung Kelayang.

Dampak perkembangan pariwisata Pulau Belitung dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata ke Belitung yang meningkat, peluang kesempatan kerja dan peningkatan UMKM dan kemudahan masyarakat dalam mengelola SDA yang dimiliki daerah.

Begitu juga Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat di Pulau Belitung patut bersyukur karena pemerintah mengangkat potensi wisata Belitung dengan menetapkan Tanjung Kelayang sebagai pusat pertumbuhan pengembangan pariwisata.

“Dengan ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang maka harapan pertumbuhan wilayah dan pengembangan sektor pariwisata dapat didorong lebih cepat agar lebih mensejahterakan masyarakat Pulau Belitong,” kata Bupati Yuslih.

Dijelaskan Yuslih tantangan yang dihadapi yakni kebijakan pengembangan potensi Pulau Belitung selain sektor pariwisata khususnya sektor pertambangan. Kemudian tingkat ketergantungan masyarakat Pulau Belitung khususnya Belitung Timur masih cukup tinggi terhadap pertambangan timah sehingga jika Pulau Belitung harus berubah menjadi kawasan wisata tanpa memperhatikan potensi lainnya khususnya timah maka akan terjadi ketimpangan ekonomi masyarakat.

Untuk menyikapi peluang dan tantangan tersebut tentunya diperlukan kebijakan baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten agar pengembangan KEK Tanjung Kelayang dapat dirasakan oleh masyarakat Pulau Belitung dan diharapkan ada titik temu dengan sektor lainnya agar dapat seiring sejalan.

Begitu pula disampaikan Koko selaku anggota DPRD Beltim yang menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata Belitung dan Beltim hendaknya sama.

“Kalau hanya berfikir pengembangan pariwisata dipusatkan di Belitung bukan ke Belitung Timur maka kemajuan wisata akan timpang karena orang hanya jalan di seputaran Belitung saja,” ujar Koko.

Upayanya, daerah daerah harus dapat menawarkan konsep dan melirik investor untuk mengembangkan Beltim.

“Penetapan KEK sedikit banyak memiliki pengaruh yang baik terhadap Beltim, karena itu kita harus miliki konsep pengembangan wisata yang baik, jangan sampai yang ada di Belitung banyak sama dengan yang di Beltim,” ungkap Koko.

Dalam simposium tersebut dilakukan kesepakatan bersama antara pemerintah Kabupaten Belitung Timur dengan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Sosial Sahid Jaya tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dalam kesepakatan tersebut ruang lingkupnya antara lain mengenai pengembangan potensi Pulau Belitong demi mensukseskan KEK pariwisata, pendidikan, penelitian, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Vera

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?