NETRALITAS ASN, DEMI TEGAKNYA KEADILAN PEMILU

Manggar, DISKOMINFO Beltim- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belitung Timur mengadakan sosialisasi Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN)  pada pelaksanaan Pemilu 2019, senin (29/1) sore di Kantor Panwaslu  Kabupaten Belitung Timur. Aparatur Sipil Negara (ASN)  harus  netral selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sesuai dengan UUD NOo 5/ 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Sosialisasi Netralitas ASN demi tegaknya Pemilu

Dalam sosialisasi tersebut, ketua Panwaslu Wahyu Epan Yudistira menyampaikan bahwa ASN wajib memenuhi kode etik, dilarang melakukan perbuatan yang mengarah kepada keberpihakan salah satu calon atau  mengindikasikan terlibat politik praktis atau berafiliasi dengan partai politik. Hadir dalam kegiatan terebut Kabag Pemerintahan dan Kerjasama, Ketua KORPRI, ketua PGRI Kabupaten Belitung Timur  serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Belitung Timur.

“Kegiatan  ini bagus sekali karena kita dapat membangun komunikasi dan terutama sosialisasi, karena yang namanya Situasi pemilu itu, kita usahan sedapat mungkin zero kesalahan, terutama ASN,  yang jelas mari  kita manfaatkan kesempatan ini, untuk yang hadir dari KORPRI,PGRI,dan nanti hingga ke Kepala desa” kata Sayon  mewakili Sekretaris Daerah yang berhalangan hadir,

Ketua Korpri yang juga Kepala Dinas Perikanan Sarjono mengatakan bahwa kaitan dengan apa-apa yang lebih teknis, yang dilarang untuk ASN   dalam kegiatan Pemilu nanti bisa diformulasikan untuk kemudian disebarkan, hal-hal apa yang kira-kira dilarang karena itu berhubungan dengan netralitas ASN.

“Apakah  kalau kita hanya mendengarkan musik dari salah satu calon yang sedang berkampanye itu termasuk juga, karena pernah kejadian di Tanjung Pandan, ada seorang ASN yang ikut lomba senam yang di selenggarakan oleh salah satu calon  itu udah di foto-foto, padahal dia tidak memikirkan itu siapa yang mengadakan, kalau yang mengadakan calon lain mungkin dia akan ikut juga gitu  jadi tolong agak lebih di detailkan, karena ini berhubungan dengan netralitas ASN tadi” tegas Sarjano.

Selanjutnya  Ketua PGRI Kabupaten Belitung Timur Syamsul Hairun mengatakan bahwa  disetiap sekolah itu ada honorer atau PTT yang terlibat dalam politik, karena tidak ada yang mengatur , kalau seandainya dari Dewan guru yang honor/PTT terlibat disitu apa sanksi yang dijatuhkan kepada mereka, “Paling tidak kami di PGRI dapat mensosialisasikan kepada kawan-kawan tentang  aturan-aturan yang nanti dapat disampaikan”

Berkaitan dengan kode etik ASN yaitu mengunggah, menanggapi (Like, Komentar ) menyebarluaskan gambar atau foto serta visi misi bakal calon atau bakal pasangan calon Kepala Daearah melalui media sosial ini dirasa sulit karena adanya azas silahturahmi yang terjalin, begitupula dengan  tidak boleh mendengarkan visi-misi  calon sedangkan di sisi lain seorang ASN diminta menggunakan hak  suaranya.

“Sepertinya Negara tidak mau mengambil resiko, potensi yng membuat negara kita menjadi tidak baik, padahal jelas pada UUD bahwa berserikat diperbolehkan, negara sekarang membutuhkan penyelenggara pemilu yang profesional dan objektif dan juga fokus, tidak boleh menjadi anggota dari organisasi lainnya, jadi Negara memastikan bahwa elaksanaan Pemilu berjalan dengan baik” beber Evan Ketua panwaslu Kab.Beltim.

“Kami  juga membuka diri bagi semua OPD, LSM, Organisasi yang mau berdiskusi, pertemuan ini juga bukan yang terakhir,  kita akan terus  bersosialisasi hingga ke APDesi,DPC, termasuk kita sudah berdiskusi kepada OPD terkait mengenai PTT yang masuk dalam keanggotaaan aktif Partai Politik, karena belum ada peraturan mengenai hal tersebut”. Lebih lanjut Epan menjelaskan

bahwa  Panwaslu  juga tidak mau terburu-buru  dalam  melakukan sosilisasi “karena ini sulit sebenarnya kalau memang tidak boleh bersentuhan sama sekali mendingan hak pilih ASN pun dicabut saja”

“ Dengan  pertemuan hari ini kita jadi tau batasan bagi seorang ASN, kami dalam mengawal pemilu itu sebaik mungkin, kami harap jangan lagi  ada ASN  yang coba-coba  dan juga belajar untuk disiplin  dalam menjaga netralitas seorang ASN di Pemilu,  semoga kami dapat melaksanakan tugas ini dengan baik dan tidak ada  pelanggaran  aturan, mari sama-sama kita menjaga diri dari segala bentuk pelanggaran  di Pemilu ” tutup Epan.

 

 

Penulis : wara

Foto : PANWASLU BELTIM

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?