Pelajar SMA Dapat Kuliah Dasar Astronomi

Manggar, Diskominfo Beltim – Sebanyak 100 orang pelajar dari perwakilan empat SMA di Kabupaten Belitung Timur mendapatkan pelajaran singkat tentang gerhana bulan. Kuliah astronomi gratis itu diberikan oleh pakar astronomi Indonesia, Dr. Chatief Kunjaya di Ruang Rapat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Selasa (30/1).

Selama kurang lebih 2 jam, siswa SMA Negeri 1 Manggar, SMA Negeri 1 Damar, SMA Negeri 1 Gantung dan SMA Negeri 1 Kelapa Kampit diajak untuk lebih memahami tentang dasar perbintangan. Mereka juga dipersilahkan praktek melihat matahari dengan empat terepong bintang yang dipinjamkan.

Salah seorang siswa, Fransiska (15) mengaku sangat senang diberikan kesempatan langsung untuk melihat matahari dengan menggunakan teleskop. Ini adalah pengalaman pertama baginya.

“Kalau di sekolah kan cuman diajarkan teori dari buku atau di internet. Kalau ini kita jauh lebih senang, antusias dapat banyak ilmu,” ungkap Fransiska.

Siswi Kelas 11 IPA SMA Negeri 1 Kelapa Kampit itu mengatakan setidaknya dua pelajaran dapat diambil dalam kuliah singkat tersebut.  Yang pertama, pelajaran fisika tentang optik dan yang ke dua, pelajaran geografi tentang planet.

“Kita berharap kalau ada kesempatan seperti ini akan diundang lagi. Kita bisa lebih paham dan dekat dengan astronomi,” ujarnya.

Pakar Perbintangan Indonesia, Dr. Chatief Kunjaya mengatakan meski mayoritas daerah lain di Indonesia bisa melihat gerhana bulan namun ia merekomendasikan Pulau Belitung bisa menjadi pilhan utama. Hal ini dikarenakan Pulau Belitung punya atmosfer langit yang cukup baik dan masih bebas polusi.

“Kalau di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya akan sulit karena cahaya kota sangat mengganggu. Di sini bagus tidak terlalu terang, apalagi dikombinasikan dengan geopark keindahan alamnya akan menambah daya tariknya,” kata Chatif.

Rektor Universitas Ma Chung ini berharap besok sore, Rabu (31/1) cuaca di Manggar akan cerah. Mengingat, jika terhalang awan, maka sulit untuk melihat gerhana.

“Sebenarnya seluruh Indonesia akan sama, hanya bedanya cuaca. Tempat yang cuacanya bagus pasti lebih baik, tapi daerah mana yang cerah dak bisa ditebak,” ujarnya.

Menurutnya tahun 2018 ini ada yang istimewa dengan gerhana bulan, karena bertepatan dengan ‘super moon’ dan ‘blue moon’. Jadi ini adalah gerhana bulan total yang terjadi saat bulan berada paling dekat dengan posisi bumi dan mengalami purnama.

“Kalau kombinasi super moon dan blue moon itu terjadi terakhir pada 150 tahun lalu. Kalau yang terjadi selanjutnya kapan lagi kita belum bisa hitung,” terang Chatif. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Azy Diskominfo

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?