Jatah Raskin Dikurangi Lima Kilo

Manggar, Diskominfo Beltim – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI mengurangi jatah bantuan sosial beras keluarga sejahtera untuk keluarga penerima manfaat. Jika biasanya dalam sebulan satu keluarga akan menerima 15 kilogram, maka mulai Januari 2018, jatah yang diterima menjadi 10 kilogram.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Beltim, Yenni Srihartati mengakui adanya pengurangan jatah Bansos Rastra yang dulu bernama raskin ini. Meski jumlah berasnya dikurangi, namun jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM)-nya akan ditambah.

“Sekarang pemerintah pusat punya kebijakan ada ekstensi dari PKH (Program Keluarga Harapan). Di Kabupaten Beltim nanti akan bertambah jumlah penerimanya,” kata Yenni kepada Diskominfo Beltim, Kamis (1/2).

Mantan Kepala Bappeda ini mengatakan saat ini jumlah KPM di Kabupaten Beltim berjumlah 4.121 KPM, dengan total beras yang disalurkan mencapai 41.210 kilogram. Beras tersebut disalurkan oleh Perum Bulog ke 39 titik distribusi atau kantor desa. Khusus untuk Desa Buku Limau Kecamatan Manggar, distribusi dilakukan di Pelabuhan Manggar.

“Penyalurannya setiap tanggal 20 atau paling lambat tanggal 25 setiap bulannya. Alhamdulillah untuk penyaluran pertama Kabupaten Beltim bulan Januari kemarin sudah selesai dilaksanakan,” ungkap Yenni.

Ditambahkannya, mulai tahun ini pula KPM tidak mengeluarkan biaya apapun untuk memperoleh beras kualitas medium tersebut alias gratis. Sebelumnya PKM harus mengeluarkan biaya Rp 1.600 untuk setiap 15 kilogramnya.

“Pemprov Kepulauan Bangka Belitung telah menerapkan kebijakan ongkos atau biaya tebus melalui APBD Provinsi. Saat ini Pemprov sedang memformulasikan kebijakan yang paling tepat, apakah dengan mereposisi biaya tebus untuk penambahan kuantum atau penambahan alokasi jumlah PKM,” terangnya.

Menurut Yenni di tahun ini pula pemerintah akan mengeluarkan program baru untuk pengentasan kemiskinan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program ini hampir sama dengan Program Kartu Jakarta Pintar (KJP), dimana KPM akan bisa berbelanja di toko-toko yang sudah ditunjuk.

“Kalau kita belum siap, karena sarana dan prasaran penunjang itu mesti ada dulu. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini baru dua, yakni Pangkalpinang sama Tanjungpandan. Pangkalpinang sudah siap, Belitung belum tahun selanjutnya,” ujarnya. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Koleksi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?