Basarnas Minta Dikawal Anggota Bersenjata Lengkap

Simpang Pesak, Diskominfo Beltim – Komandan Basarnas Pos SAR Belitung Timur, Supani minta agar anggota TNI/Polri bersenjata lengkap turut mendampingi pencarian korban. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan menambah keberanian Basarnas yang turun di lapangan.

Pantauan Diskominfo Beltim di lapangan, Jum’at (2/2) setidaknya ada tiga senjata laras panjang yang digunakan, satu orang anggota TNI AD membawa M 16, dan dua orang personil Polres Beltim menyandangkan SS1 V2. Mereka ikut mengawal proses pencarian dengan menggunakan kapal dolpin Basarnas.

“Kalau pencarian sekarang ini kita memang perlu bantuan dari rekan-rekan TNI/Polri bersenjata lengkap untuk memback up pencarian. Mengingat di lokasi ini dipenuhi dengan buaya,” kata Supani.

Supani membeberkan jika banyak masyarakat yang resah dengan ganasnya buaya di Sungai Sembulu. Ia menyebut jika sudah ada 4 kasus penyerangan buaya dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.

“Informasi dari warga buaya sini sering menerkam. Makanya untuk kapal karet kurang cocok digunakan dalam pencarian berisiko tinggi ini,” ungkapnya.

Pria berpangkat Kapten itu pun mengatakan dengan tiga senjata laras panjang yang diturunkan sudah cukup. Hal tersebut dapat menambah keberanian anggota basarnas dan tim yang diturunkan.

“Lebih berani saja, kalau dikawal bersenjata lengkap. Soalnya kalau hanya mengandalkan parang atau tombak sangat berisoko,” ujarnya.

Korban penerkaman buaya Sungai Sembulu diketahui hilang saat sedang menjala ikan pada Rabu (31/1) lalu. Hilangnya bujangan Warga Desa Batu Itam Kecamatan Simpang Renggiang baru diketahui, Kamis (1/1) Pagi, saat keluarganya melaporkan jika korban tak pulang usai memancing. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Azy Diskominfo

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?