5 Geosite Jadi Bahan Penelitian Mahasiswa NHI

Manggar, Diskominfo Beltim – Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung akan melakukan riset penelitian di 5 geosite yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Tujuannya untuk menunjang Geopark Pulau Belitung memperoleh status Universal Global Geopark.

Dosen Pembimbing dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Reynaldmon Hutaeyan mengungkapkan akan menurunkan 26 orang mahasiswa Program Studi Pariwisata. Selama satu bulan mereka akan meneliti di Pantai Burong Mandi, Hutan Keranggas, Pantai Batu Pulas dan Pulau Keran, Gunong Lumut dan Open Pit.

“Fokus kita kan terwujudnya percepatan status geopark internasional Pulau Belitung. Penelitian ini jadi bekal untuk meyakinkan UNESCO dan dunia,” ungkap Reynald seusai Pertemuan dan Presentasi Penelitian Tim dari STPB di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (6/2).

Tim dibagi ke dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok akan meneliti kelebihan, kekurangan serta potensi dari setiap objek wisata andalan Kabupaten Beltim tersebut. Hasil penelitian juga akan menjadi masukan bagi Pemkab Beltim untuk pengembangan geopark.

“Saya yakin dengan pengalaman kita di daerah-daerah lain yang sudah menjadi geopark, dengan ada penelitian ini akan menambah kunjungan wisatawan. Karena dengan penelitian ini membuktikan Indonesia, khususnya Pulau Belitung serius menangani geopark,” kata Reynald.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari kampus yang dulunya lebih dikenal dengan nama National Hotel Institute (NHI) itu. Mengingat Pemkab Beltim tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk penelitian.

“Kita sangat berterima kasih atas perhatian, kepedulian, dan dukungan STPB untuk ikut terlibat dalam pengembangan wisata geopark. Kita berharap hal ini juga dapat menggugah pihak-pihak terkait dalam mengupayakan terwujudnya kawasan wisata yang lebih menarik, aman dan bermanfaat,” kata Yuslih.

Yuslih menyatakan Pemkab Beltim siap membuka diri jika ada bahan yang diperlukan nantinya. Ia juga meminta agar STPB tidak segan-segan jika membutuhkan bantuan fasilitas lainnya.

“Silahkan nantinya jika ada yang dibutuhkan, berkoordinasilah dengan dinas terkait. Saya harap selama tinggal disini akan banyak kesan dan kenangan baik yang didapat,” ujarnya.

Para mahasiswa STPB akan diinapkan di mess Kecamatan Kelapa Kampit dan homestay di Desa Burung Mandi Kecamatan Damar. Mereka akan memulai penelitian Kamis (8/2) dan akan berakhir pada Kamis (8/3) mendatang. @2!

Penulis : Fauzi Akbar

Foto : Fauzi

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?