Ikan Kaleng Sarden Lebih Diminati Konsumen

Manggar, Diskominfo Beltim – Beberapa supermarket di Kecamatan Manggar memilih untuk langsung menarik produk ikan kaleng jenis makarel dari lemari penjualan produk. Bahkan ada yang memilih untuk tidak memesan jenis ikan kaleng makarel saat berita ikan kaleng bercacing merebak di media masa.

Pantauan Diskominfo Beltim dan wartawan di dua supermarket di Kecamatan Manggar, Asoka dan Puncak, Selasa (3/4) sudah tidak banyak produk ikan kaleng makarel yang dipajang di lemari display. Kalau pun ada hanya sedikit dan itu pun yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Manajer Store Asoka Manggar, Harryadi Suprapto (45) menyatakan langsung mengantisiapsi dengan menyetop pemesanan ikan kaleng makarel dari 27 merek yang diduga mengandung cacing. Hal ini dilakukannya meski belum ada perintah resmi dari pusat.

“Begitu dengar di berita ada yang dilarang, langsung kita cek. Kita memang tidak jual produk-produk itu, makanya begitu aman-aman saja,” kata Harry.

Diungkapkannya produk ikan kaleng makarel memang kurang diminati di Kabupaten Beltim. Mayoritas konsumen hanya membeli ikan kaleng jenis sarden.

“Kalau yang kita jual hanya merek ABC, Protan, Maya, Pronas dan Delmonte. Produk lokal semua belum ada yang impot, yang lakunya itu,” ungkap Harry.

Hal sama juga diungkapkan Ani (48) pemilik Distributor Ali di Desa Kurnia Jaya Manggar. Mayoritas konsumen toko-toko klontong kecil yang membeli dari tokonya paling banyak didominasi oleh ikan kaleng jenis sarden.

“Kita dak jual ikan kaleng makarel, dak laku. Yang paling banyak dibeli hanya ikan kaleng sarden,” tukasnya. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: azy Diskominfo

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?