Penghapal Al Qur’an Di Beltim Minim Jumlahnya

Manggar, Diskominfo Beltim – Jumlah orang yang hapal Al Qur’an atau Hafiz Qur’an di Kabupaten Belitung Timur sangat memprihatinkan. Hal ini dapat terlihat dari cabang Hifzil Qur’an saat pelaksanaan ajang lomba MTQ VII tingkat Kabupaten Beltim.

Dari nomor Cabang Hifzil Qur’an 5 Juzz Putri, hanya diikuti oleh satu orang peserta dari Kecamatan Manggar, Olivia. Ia pun memperoleh juara I, dengan perolehan angka 379,5.

Begitu pula dengan nomor Cabang Hifzil Qur’an 10 juz Putra. Jumlah peserta yang ikut juga hanya satu orang dari Kecamatan Simpang Pesak, Aji Palaha. Meski tak ada saingan, juri menetapkan Aji menjadi juara II, dengan perolehan nilai 167.

Kondisi kekurangan jumlah peserta Cabang Hifzil Qur’an ini terjadi setiap lomba MTQ. Walau pada nomor Hifzil Qur’an Putra dan Putri Satu juz tetap ramai.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Beltim, Imam Syafei mengakui jika hingga saat ini belum ada program penghapalan Al Qur’an. Menurutnya selama ini penghapalan Al Qur’an dilakukan secara alami tanpa adanya bimbingan dari pemerintah.

“Mereka hanya diajarkan dan dibimbing gurunya saja. Jadi belum ada pengkaderan oleh lembaga,” ungkap Imam seusai Penutupan MTQ tingkat Kabupaten Beltim di Mesjid Assalam I Manggar, Kamis (5/4).

Ke depan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) akan bertanggung jawab dalam membina Hafiz Qur’an di Kabupaten Beltim. Diungkapkan Imam, Sekarang, LPTQ Kabupaten baru sebatas membuat program.

“Kan baru terbentuk, program yang belum terlaksana. Mudah-mudahan dengan adanya LPTQ akan banyak cetak hafiz,” kata Imam.

Ketua Dewan Hakim MTQ Kabupaten Beltim mengatakan biasanya lembaga yang mencetak para penghafal Qur’an adalah Pesanten. Namun sayangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Pesantren sangat kurang.

“Di Belitung sama Beltim ini sangat kecil minatnya. Pesantren Badau sama Pesantren Ustad Mahfud saja sepi, angat-angat kerupuk gitu,” ujarnya.

Meski begitu, Imam mengungkapkan di Kabupaten Beltim pernah ada beberapa orang yang hapal Al qur’an 30 juz. Namun dikarenakan kesibukan dan minat berkurang kemampuannya mulai berkurang.

Kondisi ini juga disesali oleh Wakil Bupati Beltim, Burhanudin. Diakuinya pembinaan terhadap hafiz Qur’an di Kabupaten Beltim sangat kurang.

“Perlu dorongan, motivasi dari orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya agar dapat menghafal Al Qur’an. Dari Pemkab Beltim kita ke OPD terkait, sama kita minta ke BKPAKSI untuk turut melakukan pembinaan,” tukas Aan. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Azy Diskominfo

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?