Tradisi Nambul Parcel Ala Desa Lalang Jaya

Manggar, Diskominfo Beltim – Tradisi mengirimkan penganan ke Surau dan Mesjid untuk disajikan saat Perayaan Isra’ Mi’raj atau Maulid Nabi merupakan suatu hal yang lumrah. Namun tradisi ‘Nambul’ itu akan menjadi unik jika penganan yang diberikan diubah jadi ‘parcel’ dan dibagikan bagi seluruh undangan dan jamaah yang datang.

Parcel dibungkus dengan keranjang atau wadah plastik. Isi dalamnya pun beragam, ada minuman ringan, makanan ringan, buah-buahan, nasi plus lauk pauk, kopi, gula, dan lain-lain.

Saat Peringatan Isra’ Mi’raj di Mesjid Al-Iklas Desa Lalang Jaya, Jum’at (13/4) Malam, tradisi nambul parcel tersebut masih didapati. Kurang lebih ada tiga ratus parcel tambul yang diantarkan oleh warga sekitar Mesjid di Dusun Kampung Gunung.

Tokoh Masyarakat Desa Lalang Jaya, H. Hanafi Mahmud (67) mengatakan tradisi Nambul ini sudah turun temurun dilakukan oleh Warga Desa Lalang Jaya. Nambul parcel juga hanya dilakukan oleh desa-desa di Kecamatan Manggar, seperti Mekar Jaya, Lalang Jaya, Kurnia Jaya, dan Baru.

“Tradisi ini meriahnya hanya di Manggar, itu pun hanya di desa-desa tertentu. Setahu saya di Kecamatan lain dak ada, cuman ngantar makanan kue saja,” kata Hanafi.

Hanafi menuturkan warga yang berada di sekitar mesjid, sebelumnya diminta untuk mengantarkan tambul. Satu keluarga bisa mengantarkan dua hingga empat parcel, tergantung kemampuan.

“Kalau isinya terserah, bisa parcel atau cuman kue, yang jelas jangan pakai piring. Ini sedekah, tidak ada harga minimal, sesuai keikhlasan warga,” jelasnya.

Penasehat Mesjid Al Ikhlas itu mengungkapkan biasanya nambul parcel hanya khusus untuk momen perayaan Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi. Saat perayaan Isra’ Mijraj biasanya paling sedikit 300-an parcel yang dikirimkan warga. Bahkan saat Maulid Nabi jumlah parcel akan lebih banyak lagi, bisa mencapai 500 parcel.

“Alhamdulillah semua jamaah yang datang bisa ke bagian. Tujuannya memang untuk memeriahkan nuansa Isra’ Mi’raj dan menjalin silaturahmi antar warga,” ujar Hanafi.

Ketua Baznas Kabupaten Beltim, H. Toharjo mengatakan tradisi mengantarkan sajian makanan untuk jemaah masjid atau pengajian merupakan suatu hal yang baik. Meski diungkapkannya khusus untuk peringatan Perayaan Isra’ Mi’raj tidak pernah diajarkan oleh Rasullah.

“Kalau untuk ceramah agama atau tausiahnya gak papa. Sedekah itu kan baik apalagi untuk mengumpulkan orang datang ke mesjid,” terang Toharjo.

Pengurus MUI Kabupaten Beltim itu juga mengakui jika dalam Islam tidak ada tradisi seperti itu. Namun kalau hanya sebatas tradisi dan untuk mempererat silaturahmi, dapat dimaklumi.

“Silahkan saja, asal untuk kebersamaan dan sosial masyarakat. Jangan sampai jadi riyak saja,” ujarnya. @2!

Penulis: Fauzi Akbar

Foto: Azy Lakuank

Penulis: Diskominfo Beltim
Tags

Login

Register | Lost your password?